Rabu, 17 Oktober 2012

Laporan diskusi XII.4.3



BAHASA INDONESIA TENTANG LAPORAN HASIL DISKUSI


1. Mengenali Unsur-Unsur dalam Laporan Hasil Diskusi

Diskusi bertujuan untuk memperoleh kesimpulan yang dapat disumbangkan kepada pihak-pihak yang membutuhkan sumbangan pemikiran. Laporan kegiatan diskusi disampaikan dalam bentuk tertulis agar lebih jelas, lengkap, koherensif. Pihak yang membuat laporan diskusi adalah panitia penyelenggara/ pelaksana, sedangkan laporan ditujukan atau diserahkan kepada pihak yang membawakan panitia. Oleh pihak yang menerima laporan, hasil-hasil diskusi dapat ditindaklanjuti dengan cara memublikasikannya kepada khalayak umum.

Laporan diskusi harus singkat, jelas, terperinci, dan lengkap. Hal ini dimaksudkan untuk memudahkan pihak penerima laporan dalam menangkap kandungan pokok laporan. Sementara itu, isi laporan sebaiknya mencakup hal hal penting penyelenggaraan diskusi.
Hal-hal yang lazim terdapat dalam laporan diskusi adalah badan penyelenggara,
tempat, waktu penyelenggaraan, tujuan, dan rumusan diskusi.

Secara terperinci, unsur-unsur yang harus ada dalam laporan hasil diskusi
adalah sebagai berikut.
a. Pendahuluan, yang terdiri atas:
1) latar belakang pelaksanaan diskusi,
2) tujuan diskusi,
3) langkah-langkah persiapan.

b) Uraian pelaksanaan, terdiri atas:
1) tempat dan waktu,
2) peserta,
3) prosesi jalannya diskusi,
4) rumusan hasil diskusi.

c) Penutup, yang terdiri atas:
1) kesimpulan,
2) saran-saran.
d) Lampiran
Hasil-hasil diskusi perlu dilaporkan ( bisa lisan/tertulis) dan disampaikan kepada peserta diskusi dan pihak-pihak lain yang terkait ( pejabat atau sponsor)

·         Laporan hasil diskusi harus lengkap dan dikemukakan dengan menggunakan bahasa Indonesia baku ( ragam resmi).
·         Tujuan penulisan laporan diskusi:
Menyampaikan hasil diskusi baik kepada peserta diskusi maupun kepada pihak-pihak  yang berkepentingan terhadap hasil diskusi.

Hal-hal yang perlu disampaikan dalam laporan diskusi :
1.   Topik atau masalah yang didiskusikan
2.   Tujuan diskusi
3.   Pelaksanaan dan peserta diskusi
a.   Narasumber yang menyampaikan pokok-pokok pikiran, pemakalah atau pemrasaran yang menyampaikan makalah, atau panelis
b.   Moderator yang memimpin diskusi .
c.   Penulis/notulis yang bertugas mencatat pertanyaan, pendapat, serta tanggapan berkait dengan masalah yang dibahas dalam diskusi.
d.   Peserta diskusi
4.   Materi diskusi yang berupa makalah dan hasil pembahasannya.
5.   Tempat,  waktu,  dan penyelenggaraan diskusi

·         Sistematika / Format Laporan Diskusi :
1.   Pendahuluan
a.   Latar Belakang Diskusi
b.   Tujuan diskusi
c.   Topik atau masalah diskusi
d.   Tempat,  waktu,  dan peserta diskusi

2.    Hasil Diskusi
a.   Pokok-pokok materi sajian diskusi
-          Pokok-pokok isi makalah yang disajikan oleh pemakalah dan pembanding (bila ada pembanding) -> jika diskusi berbentuk diskusi
-          Pokok-pokok pikiran panelis dan tanggapan peserta -> jika  diskusi berbentuk diskusi panel
-          Pokok-pokok pikiran peserta ramu pendapat -> jika diskusi berbentuk diskusi ramu pendapat (brainstorming).
b.   Pertanyaan-pertanyaan yang disampaikan oleh peserta diskusi (floor) beserta tanggapan-tanggapan yang disampaikan oleh pemakalah/narasumber/panelis terhadap pertanyaan-pertanyaan  peserta diskusi tersebut

3.    Simpulan
Bagian simpulan dapat berisi hal-hal berikut :
a.   Simpulan hasil diskusi yang diolah dari pokok-pokok  pikiran dalam makalah, yang bisa berupa :
-          Pokok-pokok pikiran yang disajikan  oleh pemakalah maupun pembanding, serta tanggapan-tanggapan  peserta diskusi (bila diskusi berbentuk seminar,  symposium,  lokakarya)
-          Pokok-pokok pikiran panelis dan tanggapan-tanggapan  peserta (jika diskusi berbentuk diskusi panel)
-          Pokok-pokok pikiran peserta ramu pendapat (jika diskusi berbentuk ramu pendapat)
b.   Masalah-masalah yang tersisa yang belum dibahas secara tuntas (bila ada).
c.   Saran-saran tindak lanjut berdasarkan hasil diskusi.
4.   Lampiran
      Berisi hal-hal yang dilampirkan untuk mendukung isi laporan.
Lampiran dapat berisi hal-hal berikut :
a.   Makalah-makalah
b.   Acara diskusi (susunan acara)
c.   Panitia diskusi
d.   Daftar hadir peserta

 

contoh laporan diskusi bahasa indonesia paragraf induksi

Kata Pengantar
Puji syukur kita sampaikan kepada Allah SWT,karna atas berkat rahmat dan karunia-Nya sehingga penulis dapat menyelesaikan  laporan diskusi  dengan judul’’Jenis-Jenis Paragraf’’.
Laporan ini dibuat dalam rangka memenuhi tugas bahasa Indonesia kelas XII.IA2 SMA N 1 Pariaman.Walaupun demikian,dalam menyelesaikan laporan ini,penulis menghadapi kendala tetapi atas bantuan dari berbagai pihak,akhirnya laporan ini dapat diselesaikan.
Oleh karena itu,pada kesempatan ini penulis mengucapkan terima kasih kepada:
1.Ibu Ratna Murni S.pd selaku guru Bahasa Indonesia SMA N 1 Pariaman yang telah membimbing kami untuk menyelesaikan laporan ini.
2.Teman-Teman sekelas yang ikut membantu dan member pendapat kepada penulis saat penulis menemukan masalah atau kendala dalam menyelesaikan laporan ini.
Penulis menyadari sepenuhnya dalam pembuatan tugas ini masih jauh dari kesempurnaan,bak pepatah tak ada gading yang tak retak.oleh karena itu penulis mengharapkan kritik dan saran yang membangun dari pembaca agar tugas ini menjadi lebih sempurna.Akhir kata penulis ucapkan terima kasih.
Pariaman,19 Januari 2010
                                                                                                                   Penulis

Daftar Isi
Halaman Judul
Kata Pengantar………………………………………………           1
Daftar Isi……………………………………………………….          2
BAB I.PENDAHULUAN……….…………………………           3
1.1   LATAR BELAKANG…………………………………          3
1.2   TUJUAN ………………………………………………            3
BAB II. JALAN DISKUSI……………………………….             4
2.1 SUSUNAN ACARA ………………………………….            4
2.2 SUSUNAN PANITIA ………………………………. ..         4
2.3 SESI TANYA JAWAB ………………………………            4
BAB III. KESIMPULAN……………………………………         7
BAB IV. PENUTUP……………………………………………         8
LAMPIRAN
I.Kertas Kerja…………………………………………………..         6
Daftar Hadir…………………………………………………….          8
BAB I
PENDAHULUAN
1.1   Latar Belakang
Tugas ini dilatar belakangi oleh adanya Jenis-Jenis Paragraf  Induksi yaitu Generalisasi,Analogi,Hubungan Kausalitas (Hubungan Sebab Akibat,Hubungan Akibat Sebab,Hubungan
Sebab Akibat 1 Akibat 2).
1.2   Tujuan
Tugas ini dibuat dengan tujuan sebagai berikut:
1.1.1.        Untuk melengkapi tugas Bahasa Indonesia
1.1.2.        Untuk mengetahui jenis-jenis paragraph yang ada.
1.1.3.        Untuk dapat membedakan jenis -jenis paragraph tersebut.
1.1.4.        Untuk dapat membuat contoh paragraph dari jenis-jenis paragraph tersebut.
1.1.5.        Untuk menyatukan pendapat para siswa kelas XII IA 2 SMA N 1 Pariaman   tentangArti dari setiap jenis-jenis paragraf.
BAB II
JALANNYA DISKUSI
Diskusi ini dilaksanakan pada :
Tanggal       :
Hari               : Kamis
Tempat       : Kelas XII.IA 2
SMA N 1 PARIAMAN
Diskusi ini dihadiri oleh 36 siswa yang terdiri dari 9 kelompok dan dibimbing oleh Ibu Ratna Murni selaku guru pembimbing pelajaran Bahasa Indonesia.
I.  SUSUNAN ACARA
Telah dilaksanakan diskusi mengenai Penalaran Induksi denagn susunan panitia:
1.Pembukaan oleh moderator oleh Kristinus
2.Pembacaan hasil kerja oleh Lira Novita Sari.
3.Tanya Jawab antar kelompok.
4.Jawaban pertanyaan
5.Kesimpulan
6.Penutup
II.SUSUNAN PANITIA
1.Pembimbing             : Ibuk Ratna Murni
2.Kelompok penyaji   :  Kelompok Atika Ayu Kurnia
3.Moderator                :  Rezi Arianto
4.Notulis                       :  Melisya indah Pratiwi
5.Peserta Diskusi        :  Kelas XII.IA2
6.Jumlah Peserta        :  33 orang
III. SESI TANYA JAWAB
1.1   Paragraf Generalisasi
  1. Menurut kelompok anda, apa pengertian paragraph generalisai? Pertanyaan dari Adizul Putra
  2. Dijawab oleh Atika Ayu Kurnia : Paragraf Generalisasi adalah salah satu pengembangan paragraph induksi yang mana disebutkan peristiwa khusus kemudian ditarik kesimpulan secara umum
  3. Jelaskan bagian khusus dan umum dalam paragraph generalisasi tersebut? Pertanyaan dari Tri Fakmol ADha
  4. Dijawab oleh Atika Ayu Kurnia :Keadaan anak dan ayah menderita sakit(khusus), keluarga Andree menderita sakit(Umum)
1.2   Paragraf Analogi
  1. Astri aminova : Menurut sayamunkin anda sudah membandingkan  2 buah hal namunb kesimpulan akhir terlalu panjang dan masih dalam bentuk perbandingan
  2. Fitri Dwiyani : Pada awal paragraf, and ate;lah menarik kesimpulan dan pada kalimat selanjutnya anda hanya menguraikan kalimat sebelumnya,
  3. Ditanggapi oleh Melisya indah Pratiwi : Maksud kami kalimat pertama adalah kalimat perbandingan kemudian kami menarik kesimpulan dari kalimat sebelumnya.
  4. Fitri Dwiyani: Anda hanya memaparkan kembali paragraph perbandingan pada kalimat selanjutnya
  5. Ditanggapi oleh Atika Ayu : Maksudnya membuat kesimpulan dari aplikasi sebelumnya kemudian kami menarik kesimpulan
  6. Pertanyaan Baru dari Kristinus : Paragraf yang anda buat belum termasuk ke dalam paragraph analogi karena hanya membandingkan 2 hal yang persamaannya dari satu segi saja bagaiumana menurut kelompok anda?
  7. Dijawab oleh melisya Indah pratiwi : Menurut diskusi kami, kami9 masih berpegang teguh bahwa tugas kami termasuk paragraf analogi karena karena persamaan yang klami ambiol sudah dalam 4 segi  yaitu kertas yang putih, bersih, belum bermanfaat, dan dapat ditulis.
  8. Disanggah oleh Kristinus : Segi yang kelompok anda ambil  masih dalam segi yang sama yaitu sama-sama baru.
  9. Ditanggapi oleh Zigra reza : Mungkin maksud yang dikatakan oleh kristinmus tadi yaitu pada awal paragraf anda sudah mengambil kesimpulan terlebih dahulu, dan pada kalimat selanjutnya anda hanya menjlaskan dengan  mnembandingkan antara seorang bayi dan kertas.
  10. Ditanggapi oleh Merlisya indah pratiwi : Kesimpulan kami terdapat pada akhir-akhir paragraf sedangkan pada awalnya kami menerangkan peristiwa khusus terlebih dahulu
  11. Tanggapan Melisya ditambahkan oleh Atika ayu kurnia ; Jadi pada intinya tugas yang kami buat sudah termasuk paragraf analogi , karena terdapat kesamaan sifat dari 2 hal yang dibandingkan kemudian ditarik kesimpulan.
1.3   Paragraf Sebab Akibat
  1. Zigra Reza : Paragraf yang anda bacaklan bukanlah paragraf sebab akibat melainkan sebab akibat 1 akibat 2, karena pada paragraf anda menimbulkan ranbgkaian akibat  kemudian akibat pertama akan berubah menjadi sebab bagi akibat kedua .
  2. Ditanggapi oleh atika Ayu Kurnia dan memberikan paragraf sebab akibat1 akibat 2
1.4   Paragraf Sebab akibat 1 akibat 2
Kelompok Atika Ayu Kurnia menjadikan Paragraf sebelumnya menjadi contoh untuk paragraf sebab akibat1 akibat2 dan semua peserta menerima.
1.5   Paragraf Akibat Sebab
Ditanggapi oleh Kristinus : Paragraf yang kelompok anda bacakan sudah termasuk ke dalam paragraf akibat sebab dan contohnya sudah bagus.
BAB III
KESIMPULAN
Dari hasil diskusi yang telah dilaksanakan dapat ditarik kesimpulan mengenai penalaran induksi :
1.Generalisasi
Penalaran  jenis ini dimulai dengan mengemukakan  peristiwa-peristiwa yang khusus untuk diambil simpulannya secara umum.Peristiwa-peristiwa yang kita kemukakan jumlahnya harus memadai agar simpulan yang kita tarik adalah simpulan yang terpercaya kebenarannya.
2. Analogi
Penalaran jenis ini dimulai denagn membandingkan dua hal yang memiliki banyak persamaan.Dalam penalaran ini banyak terdapat persamaan.Akhirnya,ditarik simpulan  bahwa pada segi-segi yang lain  pun tentu akan terdapat persamaan juga.
3.Hubungan Sebab Akibat
Yang dikemukakan adalah peristiwa-peristiwa yang menjadi sebab sehingga  sampai pada suatu simpulan  yang menjadi akibat.
4.Hubungan Akibat Sebab
Yang dikemukakan adalah peristiwa-peristiwa yang menjadi akibat.Kemudian kita mencari penyebabnya.
5.Hubungan Sebab Akibat 1 Akibat 2
Sebuah peristiwa yang kita kemukakan dapat menimbulkan beberapa akibat yang lain / Menimbulkan rangkaian akibat. Akibat pertama akan berubah menjadi sebab bagi akibat kedua demikian seterusnya hingga timbul ranggkaian sebab akibat.
BAB IV
PENUTUP
Diskusi ini berlangsung selama 1 hari.Pada awalnya diskusi berjalan sangat panas bahkan hampir terjadi keributan sehingga membuat jalan diskusi kurang lancer tetapi selanjutnya diskusi mulai teratur dan lancar.Banyak timbul pertanyaan-pertanyaan,peserta cukup antusias selama jalannya diskusi. Dari keseluruhan bias dikatakan diskusi yang berlangsung sudah cukup baik.Penampilan dari kelompok penyaji mendapat tanggapan baik dari peserta walaupun masih banyak kekurangan. Diskusi ini berjalan dengan lancar dan baik juga atas pengarahan dari Ibuk Ratna Murni sebagai guru Bahasa Indonesia SMA Negeri 1 Pariaman.
LAMPIRAN
I.Kertas Kerja
1. Generalisasi
Setiap ulangan Fisika siswa/siswi Kelas X.8 tidak pernah ada yang mendapat nilai diatas 72,sedangkan batas tuntas mata pelajaran ini adalah 72.bahkan pernah ada tidak satupun  dari siswa tersebut yang mendapat nilai diatas batas tuntas.Jadi dapat dikatakan semua siswa X.8 belum menguasai materi mata pelajaran fisika Kelas X.
2.Analogi
Sebuah pabrik kue memproduksi jenis kue yang agak lain dari biasanya,yaitu kue yang sangat enak,bentuknya artistic dan dibungkus dalam kemasan yang memikat.Kue ini dijual dengan harga yang sangat mahal tetapi anehnya sangat laku dijual di kota Surabaya sehingga perusahaan memperoleh untung yang sangat besar.Berdasarkan pengalaman ini,pemilik pabrik kue berkesimpulan bahwa untuk konsumsi orang-orang yang tinggal dikota besar lainnya pun seperti Jakarta,Semarang dan sebagainya perlu diproduksi kue sejenis karena mereka tidak akan jauh berbeda.
3.Hubungan Sebab Akibat
Hujan turun dengan lebatnya,sehingga membuat saya kedinginan dan tertidur pulas.Setelah bangun saya keluar rumah ternyata baju sekolah saya belum diangkat sehingga basah kuyup.Saya telah  coba mengeringkannya dengan berbagai cara tetapi tetap saja lembab padahal itu seragam satu-satunya yang akan saya pakai keesokan harinya,akibatnya saya tidak sekolah hari itu.
4. Hubungan Akibat Sebab
Para mahasiswa melakukan demonstrasi besar-besaran disekitar bundaran HI.mereka memprotes kenaikan harga BBM oleh pemerintah.kebijakan pemerintah tersebut diambil berdasarkan pertimbangan yang sangat matang.
5. Hubungan Sebab Akibat 1 Akibat 2
Saat ini biaya pendidikan semakin mahal saja,banyak anak-anak kurang mampu tidak dapat melanjutkan ke tingkat yang lebih tinggi.hal ini membuat orang tua harus  banting tulang mencari nafkah terutama keluarga yang kurang mampu,akibatnya banyak terjadi tindak criminal karena orang tua harus membiayai sekolah anak dan untuk mendapatkan itu orang tua rela mencuri dan merampok.
Lampiran 2
Absensi peserta diskusi
No
Nama siswa
Tanda tangan










Tidak ada komentar:

Poskan Komentar